Jumat, 13 Juli 2012

"AKU MINDER" -- sebuah pengakuan --

Hari ini saya ngotak-atik leptop, buka - tutup file, halaman web, blog, facebook, twitter, hasilnya? NIHIL.
Apa yang saya inginkan tidak ketemu. Bingung? Iya. Akhirnya saya buka blog saya. NOL. Inspirasi? Hilang. Mood? Nggak ada! Lhah, terus???
Saya sendiri bingung mau ngapain. Akhirnya saya chatting dengan teman facebook. Hmm... dunia semakin sempit kelihatannya. Jarak bukan lagi menjadi suatu halangan untuk orang menjalin suatu komunikasi. Dulu, orang chatting dengan mIRC, Y!Messangers. Sekarang, akun jejaring sosial seperti Facebook sudah bisa digunakan sebagai tempat chatting dan berkirim file. Dunia komunikasi semakin dimudahkan dengan adanya facebook ini. Begitupun juga dengan teman-teman saya. Teman-teman lama yang sudah tidak tau dia sekarang wajah dan penampilannya seperti apa, sudah nggak tau lagi dia sekarang ada dimana dan sibuk ngapain, kerja, nikah, punya anak, atau sekolah lagi??? Who knows?? Tapi sarana chatting lewat jejaring sosial memang sangat membantu untuk reunian ala dunia maya a.k.a ala facebook.

Tadi siang memang bukan merupakan hari yang kurang baik saya rasa. Bertemu dengan teman lama yang rata-rata sudah kerja.
"dimana sekarang?"
"ini lagi jam istirahat, lagi di kantor"

nggekk!!!!

Enak banget ya kalau ada orang yang nanya saya lagi dimana, saya njawabnya "lagi bikin laporan bulanan buat bos." Ironi memang.... sudah nggak jamannya lagi lulusan universitas langsung kerja (lhoh??-- membela diri). Kuliah dijejeli materi, ujian, dapat nilai, udah. Soft skill?? Cari sendiri. Tidak punya link? Mahasiswa kan banyak link (idealnya...). Kalau untuk kasus-kasus khusus? Derita lo!!! (saya termasuk golongan ini sepertinya)
Jujur saja, saya tidak terlalu banyak link ketika berstatus sebagai mahasiswa. dan sekarang pun yang saya lakukan setelah lulus adalah duduk manis di rumah, di depan laptop kesayangan, handphone diletakkan di sebelahnya,, yahh.... kalau emang belum rejekinya dapat kantor, saya masih bisa bikin kantor-kantoran di rumah, hehehehe.

Pernah terblesit dalam pikiran saya, kalau saya bisa jadi freelance writer atau editor lepas, atau apapun lah, yang kerjanya freelance, waktunya juga senggang, bisa dilakuin dimana saja, yang pasti saya nyaman dan suka dengan jobdesk nya. Dan sampai sekarang saya belum menemukan yang cocok. Seorang teman pernah nawarin jadi penulis lepas (via chatting facebook), tapi sampai sekarang nggak ada kabar sama sekali. Katanya sistem kontrak, dibayar dimuka, dan ditarget, sehari ngasilin 10 artikel dalam bahasa Inggris sesuai dengan tema. Sebulan ngasilin 300 artikel.

Busyetttt!!!! 

Baru juga mau memulai hobi baru, ehh malah sudah ditarget 10 artikel dalam sehari, bisa-bisa bukan kesenangan yang saya dapatkan, melainkan stress yang berkepanjangan. Bersyukur deh saya kalau dia nggak ngabarin lagi. Daripada tangan saya gempor nulis 10 artikel, apalagi bahasa Inggris.... yaahhh bukan bahasa ibu, bukan keahlian, dan pastinya, untuk 1 artikel bebas bahasa Indonesia saja, saya membutuhkan waktu lebih dari 1 jam untuk menyelesaikannya, apalagi ini bahasa Inggris? Ibaratnya ngomong pake bibir, sudah belepotan mulut saya, kalau nulis mungkin otak saya yang jungkir balik nggak karuan buat mikir.
Akhirnya, saya memutuskan untuk menunggu panggilan kerja sambil nge-blogging kalau sempat dan ada ide untuk dituangkan di sini.

Percakapan tadi siang dengan teman saya sebenernya juga membahas mengenai blog. Akhir-akhir ini saya sedang tergila-gila membaca blog orang lain, apalagi yang blognya sudah sampai ke percetakan, diterbitin jadi sebuah buku (mupeng @_@....). Dari sebuah percakapan ringan di facebook, tibalah saya di alamat blog-blog terkenal di Indonesia. Mulai dari blog yang isinya memuat cerita perjalanan (travelling), sampai blog yang isinya cuma foto doank dan pengalaman pribadi. Aktivitas pun berlanjut sambil buka-buka web berita online.

baca... baca... baca... baca....-- 

Sampailah saya pada suatu titik dimana saya merasa berada di suatu tempat yang dibatasi tembok beton, layaknya sebuah aula pertemuan yang begitu besar. Disana tempat dimana sebuah pameran akbar yang bertajuk kesenian sedang digelar. Banyak orang berlalu - lalang dan berdiri melihat dengan penuh makna sebuah karya seni nan agung. Ada yang merasa puas. Ada yang merasa biasa-biasa saja. Ada yang merasa bangga dan ada pula yang termenung memandang sekeliling sambil bersandar pada salah satu karyanya -- mungkin sedang melihat dan menikmati karya seni orang lain--
Dan saya?? Saya sedang duduk, jongkok di salah satu sudut ruangan yang paling sepi, dan tidak ada orang banyak yang lalu lalang disana. Saya melihat pintu dan ingin rasanya saya keluar dari ruangan itu sejenak, untuk mengurangi rasa takut saya.

Saya minder.

Ternyata dunia maya menyimpan banyak sekali karya seni tulisan orang-orang yang tidak saya kenali. Mereka dengan enak menulis suatu kalimat, menyusunya menjadi sebuah cerita. Ada yang merubahnya menjadi cerita jenaka, petualangan, bahkan ada juga yang menyulapnya menjadi suatu tulisan editorial ala surat kabar skala nasional.

Wow!!! 

Sejenak, hanya itu kata yang bisa saya keluarkan dari benak pikiran saya. Sungguh, saya masih perlu banyak belajar dalam hal menulis. Namun bagaimanapun juga, saya menganggap menulis sebagai bagian dari hobi baru saya. Sejelek apapun itu, saya yakin, lama kelamaan saya akan terbiasa, dan akhirnya saya akan menemukan gaya menulis saya.

Mungkin suatu hari nanti, saya tidak harus lagi duduk di pojokan, jongkok dan merasa tidak ingin dilihat, merasa ingin beranjak dan lari menuju gagang pintu untuk keluar dari ruangan. Ada saatnya dimana saya akan melihat dan menatap dengan bangga apa yang sudah saya hasilkan -- atau mungkin orang lain yang menikmatinya (Namanya juga angan-angan.... jadi mengharapkan sesuatu yang diinginkan hati, tapi masih samar-samar dan tidak tau bagaimana ke depannya -- hehehehe).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar