Minggu, 15 Juli 2012

Song meaning – I FORGIVE YOU (Kelly Clarkson)


Halo—good evening everybody...
Karena malam ini saya hanya mengeluarkan satu halaman terjemahan komik detektif conan, saya masih ada hasrat untuk menulis sesuatu, hehe..
Oke, isi postingan ini tidak jauh-jauh dari judulnya kok, tentang arti dari sebuah lagu.
Hmm,, mungkin perlu ditekankan kalau 'arti' yang saya usung disini, bukan terjemahan ya,, namun merupakan suatu makna yang terkandung di dalam sebuah lagu.

Kita tau kan sebelumnya kalau seniman apalagi seorang pencipta lagu pasti punya alasan kenapa suatu lagu dibuat. Ada beberapa industri musik yang mengatakan bahwa lagu yang bagus adalah lagu yang “laku dijual”. Well... gak salah sih,, memang itu salah satu indikatornya, but bagi beberapa orang, lagu yang bagus itu yang punya makna.
Di industri musik dunia nggak jarang juga kan ada penyanyi yang lagunya pasti punya latar belakang tertentu. Misalnya, Adele dengan lagunya Someone Like You, merupakan curahan hatinya ketika dia putus dengan pacarnya. Lain halnya dengan Taylor Swift pada lagunya yang berjudul Mean, menceritakan tentang pengalaman pahit di masa lalu ketika dia dicemooh orang lain yang mengatakan bahwa dia nggak bisa nyanyi. Ada juga beberapa lagu tapi mungkin nggak didahului kejadian nyata seperti orang-orang ini sih.... misalnya lagunya Simple Plan yang judulnya Jet Lag, melodinya bagus, nge-beat banget dan punya cerita tentang hubungan dua insan yang saling mencintai tapi beda negara. Makanya judulnya Jet Lag... (hehehe yang ini ngasal nih,, bener nggak ya? Hihihi)

Nah untuk kali ini, yang ingin saya bahas adalah lagu baru nya Kelly Clarckson, jawara AI season 1 yang berjudul I FORGIVE YOU.
Yap untuk melodinya bagus banget, nge-beat, cocok untuk joget2 dan penambah semangat disaat sedang galau ataupun sedang mengerjakan sesuatu entah itu tugas kuliah, atau mungkin lagi ngepel, nyuci, mandi, lagi nulis blog juga bisa (seperti yang saya lakukan sekarang ini, hehehe).
Oke,, untuk makna yang saya tangkap, setelah baca-baca juga dari berbagai sumber, sepertinya lagu ini ingin menceritakan seorang cewek yang memaafkan dirinya dan memaafkan temannya.
Kejadiannya masa lampau, dimana mereka masih muda, lagi pacaran, cinta monyet banget lah pokoknya, dua-dua nya masih terbilang labil (kekanak-kanakan dalam menjalin suatu hubungan). Dua-dua nya pernah melakukan kesalahan, si cewek nya juga, si cowok nya juga, soalnya keduanya masih punya ego yang besar karena masih muda. Nggak terkontrol dan pengen sesuatu itu semaunya gue...
Hal ini tersirat di refreinnya,
.....
Aku memaafkanmu untuk
Kita hanyalah anak-anak
Mencoba mencari tau bagaimana hidup
Dan melakukannya dengan cara kita masing-masing
Gak ada rasa malu, gak ada yang menyalahkan
Karena kesalahan sudah pasti dibuat
Dan aku memaafkanmu
.....
Yap, lagu ini paling tidak mencerminkan kedewasaan seseorang yang sudah matang. Soalnya ketika diaa mengingat-ingat kejadian masa lampau dia memaafkan apa yang sudah diperbuat dia dan pasangannya itu sebagai kesalahan yang lumrah dilakukan dan memaafkannya.

Jaman sekarang ABG galau jarang sih yang kayak gitu, mereka kan kalau putus ya putus, trus nggak ada kontak lagi sampai lamaaa banget... (ini kasusnya temen-temenku yang dah pernah pacaran hehehe). Oke dah mungkin sekian dulu, untuk lirik lagunya monggo dinikmati,,
Adapun lirik lagu ini saya dapatkan dari Website 'Song on Lyrics'

I FORGIVE YOU (Kelly Clarkson)


I forgive you, I forgive me
Now when do i start to feel again
I forgive you, I forgive me
Now when do i start to feel again

Cause the lights are on
But I’m never home
But I’ll be back with a brand new attitude
Cause I forgive you

I forgive you
We were just a couple of kids
Trying to figure out how to live
Doing it our way
No shame, no blame
Cause the damage is done
And I forgive you

I forgive you
We were busy living the dream
Never noticed the glass ceiling falling on us
No shame, no blame
Cause the damage is done
And I forgive you

I forgive you, I forgive me
Now do I start to feel again
If I hate you, what does that do
So I breathe in and I count to 10

Cause the lights are on
And I’m coming home
Yes I am back
With a new heart in my hand
Cause I forgive you

I forgive you
We were just a couple of kids
Trying to figure out how to live
Doing it our way
No shame, no blame
Cause the damage is done
And I forgive you

I forgive you
We were busy living the dream
Never noticed the glass ceiling falling on us
No shame, no blame
Cause the damage is done
And I forgive you

I forgive you
For every time that I cried
Over some stupid thing you did to hurt me
That’s alright, yeah I forgive you

I forgive you
We were just a couple of kids
Trying to figure out how to live
Doing it our way
No shame, no blame
Cause the damage is done
And I forgive you

I forgive you
We were just a couple of kids
Trying to figure out how to live
Doing it our way
No shame, no blame
Cause the damage is done
And I forgive you

I forgive you
We were busy living the dream
Never noticed the glass ceiling falling on us
No shame, no blame
Cause the damage is done
And I forgive you

***

Silahkan kunjungi Website 'Song on Lyrics' untuk lirik lagu lainnya dari penyanyi favorit kamu.

Detektif Conan 825 (page 3)

Wow,,, ternayata tidak semudah yang dibayangkan!!
Menterjemahkan sambil menulis kembali di balon-balon bicara, memang agak rumit bagi pemula, hehehe,, lama kelamaan tiap halaman tambah sulit saja diterjemahkan.
So, karena kemampuan saya yang terbatas, inilah yang baru berhasil saya terjemahkan untuk hari ini, page 3 (huhuhu cuma satu halaman doank,,, soalnya ada idiom yang lumayan susah...)
oke,, untuk besok, mungkin bisa tambah lebih dari satu halaman,, so,, enjoy this first ya....



Untuk komik asli hasil scan bahasa inggris silahkan lihat di mangareader.
to be continue.....

Sabtu, 14 Juli 2012

Detektif Conan 825 (Terjemahan Bahasa Indonesia)

Seperti yang sudah saya katakan di awal, isi dari blog ini tergantung dengan mood, tapi nggak jauh2 dari yang namanya BELAJAR MENULIS. So, originalitasnya tinggi,,, hehehe (nggaya sithik)
Nah, untuk malam ini, karena saya sedang membaca komik online detektif conan, saya berpikir untuk menyajikannya di blog saya, tapi.... kok kayaknya nggak ada bedanya dengan blog lain yang menyajikan komik online ya?

Hmm,,, akhirnya saya punya ide dadakan untuk menterjemahkannya ke dalam bahasa indonesia. ^_^
Karena masih awam, masih baru, dan bahasa inggris yang pas-pas an, saya baru menterjemahkan dua halaman (satunya cover, hehehe).

Adapun scan aslinya saya download dari komik online bahasa inggris di Manga Reader. Bagi kalian yang udah kebelet mau membaca utuh edisi yang terbaru nomor 825 dari page 1-16, silahkan klik link diatas ya..
nah,, untuk page 1 dan page 2 versi Bahasa Indonesia  (lebih tepatnya terjemahan saya dibantu googletranslate dikit2, hehehehe.....) silahkan dinikmati terlebih dahulu....



Segera: page 3 - page 16 ==> besok malam dah sudah saya update ke blog ini kalau sudah selesai :)...

Bagi yang sudah membaca versi Bahasa Inggris nya dan merasa kalau terjemahan saya kurang tepat, bisa di infokan pembenarannya di kolom komentar di bawah ini.

Jumat, 13 Juli 2012

Cita-cita yang (tak) lekang oleh ‘WAKTU’ (2)


Saat ditanya lagi, “mau jadi apa kalau sudah besar nanti?”. Saya pun menjawab, “mau jadi sopir truk”. Tuing tuing!!!! Hello..... ada apakah gerangan dengan saya?? Mungkin itu yang ada di benak beberapa orang dewasa pada waktu itu. Menurut pandangan mereka, seorang sopir truk adalah pekerjaan yang membutuhkan keahlian dalam menyetir, dan sekolah bukan merupakan suatu keharusan untuk menjadi sopir truk pada masa itu. Sayapun berpikir, “memangnya,, apa salahnya dengan sopir truk??”
Kalau saya melihat di acara televisi maupun di kehidupan nyata, tidak ada salahnya kan jadi sopir truk? Bayangan saya pada masa itu, rasanya keren bisa mengendarai kendaraan yang besar. Seperti Power Rangers. Ya. Power Rangers memang sedang menjadi idola anak-anak pada jaman itu. Kalau dilihat dari sudut pandang anak kecil, robot yang dinaiki personel Power Rangers kan agak-agak mirip dengan truk yang sering berlalu-lalang di jalan raya. So, bagi saya pada waktu itu, nggak ada salahnya kan jadi sopir truk. Itulah cita-cita saya. Namun tidak untuk orang-orang terdekat saya.

Pandangan orang tua pada umumnya juga pasti sama apabila anaknya memimpikan ingin menjadi sopir truk, penjual di pasar, tukang bangunan, dan lain-lain. Apalagi pada usia yang masih sangat muda. Mampu atau tidak mampu ekonomi orang tua untuk membiayai anaknya mengeyam pendidikan di sekolah, pastilah mereka akan mengusahakan yang terbaik untuk anaknya. Di dalam lubuk hati mereka yang paling dalam, orang tua juga memiliki cita-cita untuk anaknya, akan menjadi seperti apa buah hatinya di masa yang akan datang. Tidak jarang seorang anak akan dimarahi orang tuanya hanya karena cita-citanya yang tidak sesuai dengan keinginan orang tuanya. Namun demikian, masih ada segelintir orang tua yang ingin anaknya sukses, mau jadi apapun mereka, asalkan mereka sukses, bisa membanggakan orang tuanya, mereka pasti akan mendapat dukungan penuh. Akan tetapi sebuah cita-cita anak kecil, sering dipandang sebelah mata oleh orang dewasa. Saya pernah membaca komik strip buatan seorang mahasiswa. Saya samar-samar dengan tokoh utama dalam cerita itu, namun sebagian besar saya masih ingat isi ceritanya.

Pada suatu hari ada seorang anak bernama Bejo. Dia suka menggambar (namun gambarnya tidak bagus-bagus amat). Dia waktu itu masih duduk di bangku kelas 5 SD. Saat itu gurunya bertanya kepada murid-muridnya, “ayo sekarang kalian menggambar cita-cita kalian dan menerangkannya di depan kelas.”
Semua murid pun mulai menggambarkan cita-cita mereka, ada yang jadi dokter, ada yang jadi tentara, ada yang jadi guru, ada yang ingin jadi pembalap, ada ingin jadi orang terkenal, dan lain-lain. Sampai pada giliran Bejo, “Jo,, kamu pengen jadi apa besok gedhe?” tanya Pak Guru.
Dengan yakin dan penuh antusias Bejo menjawab, “saya ingin jadi tukang cat, Pak”.
Sontak semua teman-teman nya tertawa, Pak Guru pun juga tertawa, “kamu lucu Bejo...”
Cerita pun berlanjut ke dua puluh lima tahun kemudian, ketika Pak Guru sudah beruban dan sedang duduk santai di teras rumahnya. Di tangannya, dia memegang sebuah koran pagi. Disana tertulis headline news dengan huruf font ukuran jumbo pada judulnya, Bejo si Tukang Cat.
Ya. Bejo kemudian benar-benar menjadi seorang tukang cat profesional. Dia mencat pada media kain kanvas. Istilah profesionalnya, dia adalah seorang pelukis. Pak Guru hanya manggut-manggut membaca berita Bejo yang merupakan muridnya 25 tahun silam. Terucap gumam kekaguman keluar dari mulutnya, “hmm... Bejo... Tukang Cat.”

Kalau anda jadi salah satu teman Bejo yang mentertawakan dia 25 tahun yang lalu di ruang kelas itu, apa yang anda rasakan? Bangga? Pasti. Malu? Itu lebih pasti! Anda kemungkinan besar akan malu kalau ingat dulu pernah mentertawakan cita-citanya Bejo.
Ya. Itulah realita kehidupan saat ini. Sebuah cita-cita dipandang sebelah mata oleh sebagian besar orang. Padahal akan menjadi apa dan seperti apa kita nantinya, nggak ada satu orang pun yang mengetahuinya.

Kala itu, ketika saya di beri pertanyaan yang sama untuk kesekian kalinya, “cita-cita-mu apa kalau sudah besar nanti?”
Entah apa yang merasuki pikiran saya, saya lupa kejadian detailnya, namun yang saya ingat, saya menjawab dengan mantab, “aku ingin jadi tentara.”

Wow!

Amazing kan?? Sampai sekarang saya tidak ingat kenapa saya bisa berubah pikiran dengan cepat.

Tentara, pegang senjata. Melawan musuh dan membela negara. Mungkin karena image SUPERHERO yang dibawanya itu membuat saya berpikir untuk menjadi tentara. Dan cita-cita ini pun terus saya pegang hingga ± 3 tahun lamanya (walaupun sebenarnya ada sesuatu di dalam diri saya yang menginginkan profesi  lainnya pada saat itu. Namun saya mengesampingkannya. Entah karena saya takut untuk mengungkapkanya atau karena saya tidak tau apa yang saya inginkan di kala itu)


***to be continue....***

"AKU MINDER" -- sebuah pengakuan --

Hari ini saya ngotak-atik leptop, buka - tutup file, halaman web, blog, facebook, twitter, hasilnya? NIHIL.
Apa yang saya inginkan tidak ketemu. Bingung? Iya. Akhirnya saya buka blog saya. NOL. Inspirasi? Hilang. Mood? Nggak ada! Lhah, terus???
Saya sendiri bingung mau ngapain. Akhirnya saya chatting dengan teman facebook. Hmm... dunia semakin sempit kelihatannya. Jarak bukan lagi menjadi suatu halangan untuk orang menjalin suatu komunikasi. Dulu, orang chatting dengan mIRC, Y!Messangers. Sekarang, akun jejaring sosial seperti Facebook sudah bisa digunakan sebagai tempat chatting dan berkirim file. Dunia komunikasi semakin dimudahkan dengan adanya facebook ini. Begitupun juga dengan teman-teman saya. Teman-teman lama yang sudah tidak tau dia sekarang wajah dan penampilannya seperti apa, sudah nggak tau lagi dia sekarang ada dimana dan sibuk ngapain, kerja, nikah, punya anak, atau sekolah lagi??? Who knows?? Tapi sarana chatting lewat jejaring sosial memang sangat membantu untuk reunian ala dunia maya a.k.a ala facebook.

Tadi siang memang bukan merupakan hari yang kurang baik saya rasa. Bertemu dengan teman lama yang rata-rata sudah kerja.
"dimana sekarang?"
"ini lagi jam istirahat, lagi di kantor"

nggekk!!!!

Enak banget ya kalau ada orang yang nanya saya lagi dimana, saya njawabnya "lagi bikin laporan bulanan buat bos." Ironi memang.... sudah nggak jamannya lagi lulusan universitas langsung kerja (lhoh??-- membela diri). Kuliah dijejeli materi, ujian, dapat nilai, udah. Soft skill?? Cari sendiri. Tidak punya link? Mahasiswa kan banyak link (idealnya...). Kalau untuk kasus-kasus khusus? Derita lo!!! (saya termasuk golongan ini sepertinya)
Jujur saja, saya tidak terlalu banyak link ketika berstatus sebagai mahasiswa. dan sekarang pun yang saya lakukan setelah lulus adalah duduk manis di rumah, di depan laptop kesayangan, handphone diletakkan di sebelahnya,, yahh.... kalau emang belum rejekinya dapat kantor, saya masih bisa bikin kantor-kantoran di rumah, hehehehe.

Pernah terblesit dalam pikiran saya, kalau saya bisa jadi freelance writer atau editor lepas, atau apapun lah, yang kerjanya freelance, waktunya juga senggang, bisa dilakuin dimana saja, yang pasti saya nyaman dan suka dengan jobdesk nya. Dan sampai sekarang saya belum menemukan yang cocok. Seorang teman pernah nawarin jadi penulis lepas (via chatting facebook), tapi sampai sekarang nggak ada kabar sama sekali. Katanya sistem kontrak, dibayar dimuka, dan ditarget, sehari ngasilin 10 artikel dalam bahasa Inggris sesuai dengan tema. Sebulan ngasilin 300 artikel.

Busyetttt!!!! 

Baru juga mau memulai hobi baru, ehh malah sudah ditarget 10 artikel dalam sehari, bisa-bisa bukan kesenangan yang saya dapatkan, melainkan stress yang berkepanjangan. Bersyukur deh saya kalau dia nggak ngabarin lagi. Daripada tangan saya gempor nulis 10 artikel, apalagi bahasa Inggris.... yaahhh bukan bahasa ibu, bukan keahlian, dan pastinya, untuk 1 artikel bebas bahasa Indonesia saja, saya membutuhkan waktu lebih dari 1 jam untuk menyelesaikannya, apalagi ini bahasa Inggris? Ibaratnya ngomong pake bibir, sudah belepotan mulut saya, kalau nulis mungkin otak saya yang jungkir balik nggak karuan buat mikir.
Akhirnya, saya memutuskan untuk menunggu panggilan kerja sambil nge-blogging kalau sempat dan ada ide untuk dituangkan di sini.

Percakapan tadi siang dengan teman saya sebenernya juga membahas mengenai blog. Akhir-akhir ini saya sedang tergila-gila membaca blog orang lain, apalagi yang blognya sudah sampai ke percetakan, diterbitin jadi sebuah buku (mupeng @_@....). Dari sebuah percakapan ringan di facebook, tibalah saya di alamat blog-blog terkenal di Indonesia. Mulai dari blog yang isinya memuat cerita perjalanan (travelling), sampai blog yang isinya cuma foto doank dan pengalaman pribadi. Aktivitas pun berlanjut sambil buka-buka web berita online.

baca... baca... baca... baca....-- 

Sampailah saya pada suatu titik dimana saya merasa berada di suatu tempat yang dibatasi tembok beton, layaknya sebuah aula pertemuan yang begitu besar. Disana tempat dimana sebuah pameran akbar yang bertajuk kesenian sedang digelar. Banyak orang berlalu - lalang dan berdiri melihat dengan penuh makna sebuah karya seni nan agung. Ada yang merasa puas. Ada yang merasa biasa-biasa saja. Ada yang merasa bangga dan ada pula yang termenung memandang sekeliling sambil bersandar pada salah satu karyanya -- mungkin sedang melihat dan menikmati karya seni orang lain--
Dan saya?? Saya sedang duduk, jongkok di salah satu sudut ruangan yang paling sepi, dan tidak ada orang banyak yang lalu lalang disana. Saya melihat pintu dan ingin rasanya saya keluar dari ruangan itu sejenak, untuk mengurangi rasa takut saya.

Saya minder.

Ternyata dunia maya menyimpan banyak sekali karya seni tulisan orang-orang yang tidak saya kenali. Mereka dengan enak menulis suatu kalimat, menyusunya menjadi sebuah cerita. Ada yang merubahnya menjadi cerita jenaka, petualangan, bahkan ada juga yang menyulapnya menjadi suatu tulisan editorial ala surat kabar skala nasional.

Wow!!! 

Sejenak, hanya itu kata yang bisa saya keluarkan dari benak pikiran saya. Sungguh, saya masih perlu banyak belajar dalam hal menulis. Namun bagaimanapun juga, saya menganggap menulis sebagai bagian dari hobi baru saya. Sejelek apapun itu, saya yakin, lama kelamaan saya akan terbiasa, dan akhirnya saya akan menemukan gaya menulis saya.

Mungkin suatu hari nanti, saya tidak harus lagi duduk di pojokan, jongkok dan merasa tidak ingin dilihat, merasa ingin beranjak dan lari menuju gagang pintu untuk keluar dari ruangan. Ada saatnya dimana saya akan melihat dan menatap dengan bangga apa yang sudah saya hasilkan -- atau mungkin orang lain yang menikmatinya (Namanya juga angan-angan.... jadi mengharapkan sesuatu yang diinginkan hati, tapi masih samar-samar dan tidak tau bagaimana ke depannya -- hehehehe).

Rabu, 11 Juli 2012

leave a comment, please!

Sudah jam 00:00 lebih. Pertanda hari baru telah dimulai.
Sebelum istirahat dan tidur, saya menilik sebentar statistik pengunjung blog. Ternyata sudah lumayan banyak yang 'nyasar' ke blog ini. Entah sengaja atau tidak sengaja. Namun saya yakin mungkin karena judul blog -- Journey of the Dreamer ini akhirnya banyak yang kesasar di blog ini.
Kemungkinan besar memang seperti itu. Dan saya yakin, tidak sedikit dari mereka yang langsung menutupnya. hehehe. Namanya juga "nyasar".
Oleh karena ini, melalu postingan ini, siapaun kalian yang nyasar... leave a comment, please!
mungkin masih jauh dari kenyataan ada yang ninggalin comment di blog ini. Postingan saja masih jauh dari angka 10.

Hmm... untuk kedepannya, kemungkinan blog ini akan saya isi dengan cerpen, cerbung, opini, atau mungkin kisah kehidupan nyata, poem, berita, apapun dah, yang jelas, blog ini dibuat sesuai dengan mood menulis saya. Jadi, isi tergantung pada apa yang ingin saya tulis pada saat itu.
Mungkin sekian dari saya, semoga tulisan pertama saya yang berjudul Cita-cita yang (tak) lekang oleh waktu ada yang tidak sengaja membaca dan semoga sebelum beranjak keluar meninggalkan sedikit tulisan di kolom komentar. Hehehe (ngarep.com)

Selasa, 10 Juli 2012

PERKENALAN......


Oke dah, sebelum lanjut ke postingan – postingan berikutnya, sampai lupa nih mau perkenalan.
Saya orang biasa,, biasa-biasa saja, namun nggak biasa dalam menulis. Ini hanya merupakan hobi baru, mumpung ada laptop sama modem. Dan yang pasti, mumpung waktu luang juga sedang banyak-banyaknya.... makanya saya nge-blogging. Mencari suatu kesibukan yang berarti dan bermanfaat.

Hmm.... ngomong-ngomong tentang kaya –Bermanfaat- ini sebenernya bermanfaat untuk siapa ya?? Hehehe... kalau boleh dibilang sih, untuk saat ini ya bermanfaat untuk diri saya sendiri. Selain meningkatkan daya berpikir dan daya imajinasi dalam menulis suatu kisah perjalanan kehidupan, hobi, dll, saya juga bisa melatih kemampuan saya dalam menulis.
Memang sih masih pemula, makanya tulisan-tulisan disini kadang belepotan dan nggak topik utamanya kadang tidak jelas mau nulis apa dan tentang apa. Yang penting apa yang saya tulis di waktu itu adalah apa yang ada dipikiran saya, dan benar-benar ingin saya tulis.
By the way,,,, berbicara tentang tulis menulis – saya memang sudah sejak lama pengen banget bisa bikin blog. Sayang, waktu dan fasilitas yang belum begitu memadai. Dulu sih saya nulisnya di warnet. Tapi kan yang namanya inspirasi itu tidak datang setiap waktu setiap saat kan? Pasti ada masa-masa dimana kita menjadi stagnant. Gak ada inspirasi sama sekali. Buntu pikirannya. Nah,,, alhasih, blog yang dulu jadi nggak terawat dan nonaktif –saya pun sudah lupa alamatnya apa (berhubung dah lama banget) –

Pembuatan blog ini sebenernya dipicu karena ketidaksengajaan. Lagi pengen jadi penulis lepas, tapi nggak ada lowongan. Browsing lowongan di internet, kok kayaknya kurang meyakinkan, akhirnya sampailah pada suatu situs blog yang ditulis oleh seorang editor di salah satu perusahaan percetakan. Eh nggak taunya saya asik sendiri membaca tulisan-tulisan dalam blog itu. Saya pun terdampar di berbagai alamat blog waktu itu. Saya menikmati membaca kisah-kisah yang tertulis disana. Ada yang nulis tentang kehidupannya penulis sehari-hari (modelnya raditya dika), ada yang tentang backpacker (modelnya trinity), ada yang nulis tentang resep masakan, cerpen, bahkan ada juga yang nulis cerita dewasa (yang ini sepertinya jadi favorit kawula muda – haha). Mungkin saking asiknya saya membaca, saya jadi terinspirasi untuk memulai membuat blog pribadi.
Susah sih awalnya (walapun dulu pernah, tapi sudah laaammmaaa sekali). Lama kelamaan juga asik kalau sudah mulai bikin postingan.

Harapannya ke depan, blog yang saya tulis ini bisa menjadi salah satu pilihan bacaan on-line. Walaupun untuk sampai kesana masih jauh dari kenyataan.  Tapi saya punya angan-angan, tulisan yang saya buat bisa menginspirasi pembaca dari berbagai sudut pandang (sepertinya mimpi yang berlebihan nih.. tapi tak apa lah... namanya juga mimpi...).
Ada satu film yang mungkin bisa menginspirasi saya di kala membuat blog dari nol. Julie and Julia. Ya suatu film yang mengisahkan kehidupan Julie, seorang ibu rumah tangga yang suka menonton program acara memasak di televisi, yang dibawakan oleh Julia. Alhasih, Julie membuat blog dengan mencoba setiap resep masakan yang ia pelajari dari menonton program nya Julia. Pertama kali dia membuat blog, nggak ada yang membaca, bahkan meninggalkan comment. Namun lambat laun, karena sebuah ketekunan, dalam satu tahun, apa yang dia buat, apa yang dia tulis dalam blog, bisa sukses dan dibaca banyak orang (mungkin pada satu kesempatan saya akan menulis resensi film ini ... mungkin lhooo).

Hmm..seperti semangat Julie Powell dalam Julie & Julia, saya akan memulai blog ini. Yaahh.. mungkin tidak seperti Julie yang bisa posting sehari satu... tergantung ide yang muncul di pikiran saya. Tapi saya percaya, suatu hari nanti, akan ada orang lain selain saya yang membaca blog ini.

Salam hangat persahabatan dari saya –


Antoyanto’s Blog



Cita-cita yang (tak) lekang oleh ‘WAKTU’

Setiap manusia di dunia ini pasti punya cita-cita akan menjadi apa dia ke depannya. Ketika kecil, cita-cita dibangun sedemikian rupa, ditaruh setinggi-tingginya, bahkan bisa dikategorikan ke dalam sesuatu yang mustahil, karena ‘ia’ tak dapat dicapai atau ‘ia’ tak mungkin dapat digapai dan diraih pada saat itu.
Namun demikian, itulah seni dari sebuah cita-cita. Dimulai dari sebuah mimpi yang tanpa berpikir panjang, tanpa persiapan, itu muncul sendiri di dalam otak pikiran kita.
Ya. Mimpi. Semuanya berawal dari mimpi.

Dulu keika saya masih kecil, saya punya cita-cita untuk menjadi koki. Hahahaha.
Lucu rasanya seorang anak cowok menjadi koki. Apalagi koki terkenal pada jaman itu yang sering muncul di tv memang menjadi tontonan favorit ibu-ibu. Saya sendiri memang mau tidak mau karena masih kecil, apa yang menjadi tontonan orang tua, saya pun ikut nonton. Adapun setiap hari sabtu pagi, dimana ibu-ibu sedang memasak, sedang beres-beres rumah, sebagai seorang anak kecil yang baik, tentu saya pasti merepotkan kalau minta ini itu. Akhirnya, saya menonton acara memasak. Sekali dua kali, awalnya biasa-biasa saja. Lama kelamaan itu menjadi suatu kebiasan dan bahkan hobi. Bagaimana tidak, tontonan yang demikian memang menarik perhatian dari berbagai kalangan umur. Apalagi mengangkat tema “makanan”. Oleh karena itulah, saya merasa nyaman dan tertarik untuk meraih profesi ahli masak (koki-red) pada masa itu (waktu itu saya masih duduk di bangku taman kanak-kanak).

Saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada cita-cita saya selanjutnya. Saya yakin anak-anak seumuran saya yang lainnya juga pasti mengalami hal yang sama. Ini adalah wilayah Indonesia, negara yang sedang berkembang. Pembangunan ekonomi tidak merata. Tidak seperti di luar negeri yang kebanyakan orang tua akan langsung melihat peluang sebuah cita-cita seorang anak, dan menghidupinya untuk kemudian menjadi kenyataan di masa depan. Disini, di Indonesia, karena ekonomi keluarga saya bukan termasuk “ekonomi kipas-kipas”-- yang mana ketika tanggal tua orang-orang seperti itu tetap bisa berpikir jernih, karena uang mash melimpah –
Akhirnya saya hanya bisa menjalani hidup sebagaimana mestinya tanpa memikirkan lagi sebuah cita-cita yang saya katakan ketika saya duduk di bangku kanak-kanak.

Ketika bangku Sekolah Dasar merupakan suatu keharusan yang ditempuh dalam sistem pendidikan di negara ini, saya mulai belajar banyak hal. Mulai dari menghitung, membaca, menulis, dan disisipi dengan pelajaran-pelajaran dasar lainnya. Saat itu saya masih ingat, betapa sulitnya saya mengeja dan membaca kata-kata. Berhitung pun saya tidak menggunakan sempoa ataupun kalkulator. Bapak saya membuatkan batang-batang hitung yang kecil-kecil, ukuran 10 cm, dari bahan bambu. Saat itu saya membawanya ke sekolah setiap hari untuk pelajaran berhitung. Sungguh sangat miris kalau dipikir-pikir, namun itu adalah salah satu kenangan terindah yang pernah membekas di dalam pikiran saya.

Hari demi hari saya lewati di sekolah, sampai pada akhirnya saya bisa membaca, menulis, dan berhitung dengan lancar. Lambat laun, batang-batang hitung yang saya bawa tidak pernah saya keluarkan lagi dari dalam tas. Hanya sebagai pelengkap saja kalau-kalau diperlukan. Saat itu saya duduk di kelas 2 sekolah dasar. Dan saya sudah lupa dengan kata ‘koki’ yang saya ucapkan dan saya impikan ketika duduk di bangku kanak-kanak. Ya. Namanya juga anak kecil, begitu banyak cita-cita yang ada dikepalanya. Mudah berubah seiring berjalannya waktu, tergantung apa yang dia suka saat itu. Mungkin, seorang anak kecil bisa memimpikan menjadi 5 orang profesional yang berbeda-beda dalam satu hari.
[gambar disadur dari http://wordobsession.net/2011/05/14/cwbc-the-journey/]

-to be continued-